Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang seringkali ditanyakan mengenai SabangMerauke. 
Apabila pertanyaan Anda tidak terjawab di sini, silakan hubungi sabang.merauke@outlook.com.

TENTANG SABANGMERAUKE

Apakah SabangMerauke?

SabangMerauke adalah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia. Tujuan SabangMerauke adalah untuk menanamkan nilai toleransi.
Anak-anak yang merupakan pelajar SMP dari berbagai daerah di Indonesia akan diseleksi untuk meluangkan waktu liburan selama 2-3 minggu untuk tinggal bersama keluarga angkat yang berbeda di daerah lain. Sekembalinya mereka ke daerahnya, anak-anak ini akan menjadi duta perdamaian bagi teman-temannya.
“SabangMerauke”, selain merupakan nama kota paling timur dan paling barat di Indonesia, adalah akronim dari “Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali”.

Apa saja nilai-nilai utama SabangMerauke?

Tiga nilai utama SabangMerauke adalah:
  1. Toleransi
  2. Pendidikan
  3. Ke-Indonesiaan
Nilai-nilai tersebut di atas diturunkan dari prinsip-prinsip yang kami yakini, yaitu:
  1. Kami percaya bahwa toleransi harus dirasakan dan dialami;
  2. Kami percaya bahwa pendidikan membuka pintu pilihan; dan
  3. Kami percaya bahwa anak-anak Indonesia, di mana pun mereka berada, berhak untuk menjadi Indonesia seutuhnya dengan mengalami Indonesia sebenarnya.
Dengan ditanamkannya nilai-nilai ini, kami berharap para peserta SabangMerauke akan memiliki sikap toleransi pada kebhinnekaan, semangat yang kuat untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya, dan kepercayaan diri sebagai anak Indonesia.

Siapakah para pelaku SabangMerauke?

Anak-anak SMP yang lolos seleksi ini akan disebut sebagai Adik SabangMerauke (ASM). Selama 2-3 minggu, ia akan tinggal di Jakarta bersama dengan keluarga angkat yang akan disebut Famili SabangMerauke (FSM). ASM juga akan selalu didampingi oleh Kakak SabangMerauke (KSM) yang merupakan mahasiswa.
Pemaduan ASM, KSM, dan FSM akan mempertimbangkan faktor keberagaman latar belakang, etnis, agama, dan bahasa.

Kapan waktu akan dilaksanakan SabangMerauke?

SabangMerauke dirancang untuk berjalan pada masa libur kenailan kelas. Sampai saat ini telah berlangsung 3 angkatan (2013-2015). Angkatan keempat (2016) akan berlangsung pada pertengahan tahun 2016.

Di mana SabangMerauke dilaksanakan?

ASM yang diseleksi dari berbagai daerah di Indonesia akan diajak tinggal bersama keluarga angkat di Jakarta. Tidak menutup kemungkinan pada angkatan pada tahun-tahun berikutnya SabangMerauke akan dilakukan di beberapa kota lain.

Apakah SabangMerauke memiliki program yang mengirim anak-anak dari Jakarta ke daerah lain?

Ya. SabangMerauke akan meluncurkan sebuah program yang disebut Kenali Nusantara. Kenali Nusantara adalah sebuah program yang mengajak siswa SMP di Jabodetabek dan Bandung untuk merantau ke daerah lain dan hidup bersama masyarakat di sana. Program ini bisa berlangsung selama 3 hari, 1 minggu, 2 minggu, ataupun 3 minggu. Program ini bertujuan untuk membangun kemandirian, menanamkan bibit toleransi, dan menguatkan semangat berbangsa dan cinta tanah air. Pelajar yang mengikuti program ini akan disebut Pelajar Rantau.

Apa saja yang akan dilakukan selama program SabangMerauke?

Selama masa program ini (2-3 minggu), ASM akan tinggal di rumah FSM.
Ketika weekday (Senin-Jumat) ASM akan beraktivitas bersama ASM lain dalam kerangka kurikulum SabangMerauke. ASM akan mulai beraktivitas setelah sarapan di rumah, dan akan kembali sore hari untuk makan malam di rumah. Bila kebetulan searah menuju kantor FSM, pada pagi hari FSM bisa mengantarkan ASM ke lokasi drop-off*, dan pada sore hari FSM bisa menjemput ASM di lokasi pick-up*. Alternatif lain adalah ASM akan dijemput dan diantar oleh KSM dari dan ke rumah FSM setiap hari.
Ketika weekend (Sabtu-Minggu) ASM akan beraktivitas bersama FSM. Lokasi drop-off dan pick-up akan diinformasikan kemudian.
Beberapa contoh aktivitas yang akan diikuti oleh ASM dan KSM adalah
Culture Day (ASM mengunjungi TMII)
National Day (ASM mengunjungi museum & bertemu veteran RI)
Career Day (ASM bertemu dengan orang dengan berbagai profesi)
Sport & Fun Day (ASM berkunjung ke GBK dan Dufan)
Religious Day (ASM berkunjung ke berbagai tempat ibadah)
Social Day (ASM bertemu anak-anak difabel)
Technology Day (ASM menggunakan komputer & membuat email)
Art Day (ASM berkreasi dengan seni musik, lukis, rupa)
Education Day (ASM berkunjung ke UI)

Siapakah pendiri SabangMerauke?

Co-founders SabangMerauke adalah Aichiro Suryo Prabowo, Ayu Kartika Dewi, dan Dyah Widiastuti. SabangMerauke dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 2012 melalui media Twitter di tiga kota yang berbeda (Jakarta, Bogor, Tanjung Pinang), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
SabangMerauke dimotori oleh sinergi anak-anak muda yang bergabung dalam Tim Perumus, yakni orang-orang pertama yang sejak awal telah mempercayai ide SabangMerauke dan ikut merancang desain SabangMerauke. Tim Perumus terdiri dari ketiga Co-Founders, Furiyani Nur Amalia, Jourdan Hussein, Meiske Demitria Wahyu, Putri Rizki Dian Lestari, dan Tidar Rachmadi.

Apakah SabangMerauke adalah bagian dari organisasi/ perusahaan tertentu?

Tidak. SabangMerauke adalah kegiatan yang secara administratif berada di bawah Yayasan Seribu Anak Bangsa. Yayasan ini dimiliki dan dikelola oleh para Co-founders dan Tim Perumus yang namanya tersebut di atas. Yayasan ini adalah yayasan nirlaba yang independen dan netral, dan bukan merupakan bagian dari organisasi lain apapun. SabangMerauke tidak pernah berafiliasi dan atau melibatkan diri dalam partai politik apapun dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
SabangMerauke membuka diri terhadap bantuan dan dukungan yang diberikan secara sukarela, tanpa paksaan, tidak mengikat, tidak dalam maksud mengintervensi kebijakan maupun program kerja. Bantuan dan dukungan tersebut juga tidak menggambarkan hubungan eksklusif maupun pengikatan khusus dengan pihak-pihak tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Apakah SabangMerauke memiliki Board of Advisors?

Ya. SabangMerauke memiliki 3 (tiga) orang Board of Advisors (BOA) yang dipilih oleh Tim Perumus dengan mempertimbangkan latar belakang dan potensi kontribusi masing-masing advisor. Saat ini BOA SabangMerauke terdiri dari Victor Chandrawira (Founder dan Owner BR2C Consulting), Agnes Maria Pinnarwan (alumni FSM), dan Richele Maramis-Sung (PR Director Combiphar).

TENTANG PESERTA SABANGMERAUKE

Siapa saja yang bisa menjadi peserta SabangMerauke?

Peserta kegiatan SabangMerauke adalah mereka yang memenuhi syarat dan lolos seleksi untuk menjadi Adik Sabang Merauke (ASM), Kakak Sabang Merauke (KSM) dan Famili Sabang Merauke (FSM).
ASM adalah pelajar SMP yang duduk di kelas 2 atau 3 (kelas VIII atau IX). Karena SabangMerauke berlangsung pada saat kenaikan kelas, maka secara lebih spesifik ditetapkan bahwa yang dimaksud dengan pelajar kelas 2 (kelas VIII) adalah pelajar yang baru saja naik ke kelas 2 (kelas VIII), dan yang dimaksud dengan pelajar kelas 3 (kelas IX) adalah pelajar yang baru saja naik ke kelas 3 (kelas IX).
KSM adalah mahasiswa S1 yang mendampingi ASM selama mengikuti program SabangMerauke.
FSM adalah keluarga yang akan menjadi keluarga angkat ASM selama program SabangMerauke.
Tim Seleksi SabangMerauke telah mengembangkan instrumen khusus yang mengacu kepada nilai-nilai utama SabangMerauke untuk menyeleksi kandidat ASM, KSM dan FSM.

Bagaimana cara bergabung menjadi FSM, KSM, ASM, atau relawan?

Mengisi Formulir (formulir bisa diunduh  disini)

Kapankah pendaftaran FSM, KSM, ASM, dan relawan dibuka?

Pendaftaran akan dibuka pada awal tahun.

TENTANG Relawan

Siapa saja yang bisa menjadi relawan SabangMerauke?

Siapa saja yang percaya pada nilai SabangMerauke dan bersedia meluangkan waktu untuk membantu SabangMerauke.
Relawan SabangMerauke beragam: siswa SMA hingga profesional; relawan yang berdomisili di Jakarta maupun di benua lain; relawan yang bisa meluangkan waktu beberapa jam sehari hingga yang hanya beberapa jam per bulan.
Struktur organisasi SabangMerauke memungkinkan relawan untuk berkontribusi dalam berbagai area: Kurikulum, Seleksi, Pendampingan, Public Relation and Event Management, Funding, Alumni and Volunter Management, Finance, Design, dan Knowledge Management and Administration.

TENTANG ASM (Anak SabangMerauke)

Siapa saja yang bisa menjadi ASM?

SabangMerauke akan memilih ASM dengan kriteria sebagai berikut:
  1. Merupakan pelajar SMP kelas 2 atau 3 (atau kelas VIII dan IX)* dengan capaian akademik yang memadai.
  2. Berasal dari daerah di luar Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi)
  3. Mendapatkan izin orang tua/wali untuk pergi ke Jakarta selama program
  4. Memperlihatkan keinginan dan komitmen untuk berpartisipasi dalam program
  5. Memiliki potensi kepemimpinan dan kemampuan menginspirasi teman-temannya tanpa menjadi congkak, sehingga bisa menjadi duta perdamaian, baik seketika setelah kembali dari program maupun di masa depan
*) Karena SabangMerauke berlangsung pada saat kenaikan kelas, maka secara lebih spesifik ditetapkan bahwa yang dimaksud dengan pelajar kelas 2 (kelas VIII) adalah pelajar yang baru saja naik ke kelas 2 (kelas VIII), dan yang dimaksud dengan pelajar kelas 3 (kelas IX) adalah pelajar yang baru saja naik ke kelas 3 (kelas IX).

Mengapa ASM harus pelajar SMP?

Kami memilih pelajar SMP untuk dijadikan ASM dengan beberapa alasan:
  1. Pelajar SMP dinilai sudah mampu tinggal berjauhan dari keluarganya selama 2-3 minggu; dibandingkan dengan pelajar SD yang dinilai akan mengalami kesulitan yang lebih besar bila harus berpisah dengan keluarganya selama waktu 2-3 minggu tersebut.
  2. Usia SMP dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan internalisasi nilai-nilai seperti toleransi dan semangat untuk melanjutkan pendidikan.
Masa perpindahan dari SD ke SMP dan dari SMP ke SMA adalah usia rentan putus sekolah. Untuk itu, kami ingin menanamkan pentingnya meraih pendidikan setinggi-tingginya sejak masa SMP. Selain itu, usia SMA dinilai sudah terlalu dekat jaraknya dengan usia perguruan tinggi, sehingga dikhawatirkan internalisasi nilai untuk mengejar pendidikan tinggi tidak lagi terlalu efektif dan kurang strategis.

Mengapa hanya dipilih 10-15 ASM tiap tahunnya?

SabangMerauke ingin melaksanakan program dalam skala yang kecil namun dapat dikelola dengan baik (small but manageable). Selain itu, SabangMerauke berharap alumni program ini dapat menjadi duta perdamaian di lingkaran mereka masing-masing, sehingga dampak SabangMerauke akan semakin membesar.

Mengapa sampai saat ini ASM hanya ditempatkan di Jakarta? Bukankah SM adalah pertukaran?

Dengan berbagai pertimbangan teknis, Jakarta dipilih sebagai lokasi pelaksanaan SabangMerauke untuk angkatan kesatu hingga ketiga Sebagian besar Tim Perumus dan relawan bertempat tinggal di Jakarta, sehingga pemilihan Jakarta sebagai lokasi pelaksanaan memiliki nilai kepraktisan dan manageability.
Untuk batch-batch berikutnya, SabangMerauke membuka kemungkinan dan merencanakan untuk melaksanakan program ini di kota-kota lain di Indonesia.

Apakah anak yang berkebutuhan khusus dapat mendaftar menjadi ASM?

Untuk batch pertama ini, anak yang berkebutuhan khusus belum dapat mengikuti SabangMerauke mengingat kurikulum belum dipersiapkan untuk kondisi anak berkebutuhan khusus. Namun demikian, dalam batch-batch SabangMerauke selanjutnya, kurikulum SabangMerauke akan terus diperbarui sehingga sangat terbuka kemungkinan bagi anak berkebutuhan khusus untuk dapat berpartisipasi.

TENTANG KSM (Kakak SabangMerauke)

Siapa saja yang bisa menjadi KSM?

SabangMerauke akan memilih KSM dengan kriteria sebagai berikut:
  1. Berstatus sebagai mahasiswa S1 dengan capaian akademik yang memadai
  2. Aktif berorganisasi
  3. Memiliki kesamaan nilai dengan SabangMerauke
  4. Dapat menjadi teladan dalam keterbukaan pikiran dan toleransi terhadap perbedaan
  5. Mampu menjadi panutan yang baik bagi ASM, baik dalam hal perilaku dan tutur kata
  6. Bersedia menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan ASM selama program
  7. Bersedia menjemput/mengantar ASM dari/ke rumah FSM
  8. Bersedia menyediakan waktu untuk mendampingi ASM selama program
Bersedia menyediakan waktu untuk menjalin komunikasi dan memberikan bimbingan kepada ASM setelah program berakhir

Mengapa masih perlu KSM padahal sudah ada FSM?

Kehadiran Kakak Sabang Merauke (KSM) diperlukan sebagai pendamping ASM.
Dengan FSM yang akan bekerja selama hari kerja, maka perlu adanya KSM untuk mendampingi ASM selama hari kerja. KSM akan menjadi mentor, tempat bertanya, dan teladan bersikap dan bertutur kata bagi ASM.

TENTANG FSM (Famili SabangMerauke)

Siapa saja yang bisa menjadi FSM?

SabangMerauke akan memilih FSM dengan kriteria sebagai berikut:
  1. Merupakan sebuah keluarga yang bertempat tinggal di Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi)
  2. Memiliki kondisi penghidupan yang layak, pendidikan yang baik, dan profesi yang luhur
  3. Memiliki kesamaan nilai dengan SabangMerauke
  4. Dapat menjadi teladan dalam keterbukaan pikiran dan toleransi terhadap perbedaan
  5. Mampu menjadi panutan yang baik bagi ASM, baik dalam hal perilaku dan tutur kata
  6. Bersedia enjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan ASM selama program
  7. Bersedia memfasilitasi kebutuhan khusus ASM yang berkaitan dengan agama/kepercayaan/kondisi medis/preferensi makanan
  8. Bersedia memberikan tempat tidur yang layak serta makanan dan minuman yang bergizi untuk ASM selama program
Diutamakan (tidak wajib) memiliki anak yang berusia lebih kurang sebaya dengan ASM

Apakah FSM harus mengambil cuti selama 2 minggu untuk menemani ASM?

Tidak. Ketika weekday (Senin-Jumat) ASM akan beraktivitas bersama ASM lain dalam kerangka kurikulum SabangMerauke. ASM akan mulai beraktivitas setelah sarapan di rumah, dan akan kembali sore hari untuk makan malam di rumah.
Tugas FSM adalah sebisa mungkin menemani pada pagi dan malam hari (ketika sarapan dan makan malam bersama keluarga), dan meluangkan waktu bersama ketika weekend (Family Day)

Apakah FSM harus punya supir/mobil pribadi untuk mengantar dan menjemput ASM?

Tidak. Bila kebetulan searah menuju kantor FSM, pada pagi hari FSM bisa mengantarkan ASM ke lokasi drop-off*, dan pada sore hari FSM bisa menjemput ASM di lokasi pick-up*. Alternatif lain adalah ASM akan dijemput dan diantar oleh KSM dari dan ke rumah FSM setiap hari dengan menggunakan sarana transportasi umum.
*) lokasi drop-off dan pick-up akan diinformasikan kemudian.

PASCAKEGIATAN

Apakah akan ada tindak lanjut pascakegiatan ?

Ada. Pascaprogram SabangMerauke, KSM dan FSM akan melanjutkan kontak dengan ASM untuk memberikan coaching jarak jauh, memotivasi anak-anak tersebut agar mereka terus bersekolah dan meraih pendidikan setinggi-tingginya, dan menjaga agar ASM terus menyebarkan virus toleransi dan ke-Indonesiaan di lingkungan asalnya

DUKUNGAN

Bagaimana jika saya ingin mendukung SabangMerauke namun tidak bisa bergabung menjadi KSM atau FSM?

SabangMerauke membutuhkan berbagai dukungan yang secara garis besar dapat diwujudkan dalam 3 bentuk:
  1. Menjadi donatur. Sumbangan dapat diberikan melalui nomor rekening SabangMerauke,
Bank Mandiri
KCP Kuningan Jakarta
a/n Yayasan Seribu Anak Bangsa
124 000 3322 113
Untuk menjaga keteraturan pencatatan, mohon kirimkan konfirmasi kepada Manajer Keuangan SabangMerauke, Kak Putera Utama di putera.utama@gmail.com atau (+62) 8131 5952 435 dengan memberitahukan jumlah uang yang telah dikirimkan.
  1. Memberikan dukungan logistik. Sumbangan dalam bentuk barang/logistik antara lain: tiket pesawat PP dari daerah ke Jakarta, makan siang, alat tulis, dan lain-lain. Kirim email ke Merauke@outlook.com untuk berdiskusi lebih lanjut.
Memberikan dukungan sebagai relawan. Anda dapat menjadi videografer, fotografer, menulis tentang SabangMerauke, membantu menyebarkan informasi tentang SabangMerauke, membantu proses seleksi SabangMerauke, atau mengisi acara kegiatan SabangMerauke. Kirim email ke Sabang.Merauke@outlook.com untuk berdiskusi lebih lanjut.

Apakah SabangMerauke tidak menerima dukungan dari perusahaan tertentu?

SabangMerauke tidak menerima sumbangan/dukungan dari perusahaan rokok, minuman keras, dan kondom, serta dari perusahaan yang terbukti secara hukum telah melakukan kejahatan dan pelanggaran terhadap HAM.