style2
(123) 456-7890
Jakarta, Indonesia

Tentang SabangMerauke

Deskripsi Program


SabangMerauke adalah program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan semangat toleransi. Dalam program ini, anak-anak dari seluruh Indonesia akan tinggal dengan keluarga yang berbeda dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda.

Setelah kembali ke daerahnya, mereka akan menjadi duta perdamaian di daerah masing-masing. Karena kami percaya toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan.

“...karena toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan.”






Program


Program Utama

SabangMerauke
Program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan ke-Indonesia-an. Selama tiga minggu, para peserta akan tinggal dengan keluarga dan berinteraksi dengan teman-teman dari beragam latar belakang, sebagai sebuah momen untuk merayakan keberagaman dan bangga menjadi bagian dari Indonesia.

Program Satelit


Diversity Dinner
Acara tatap muka dan  diskusi dengan para tokoh agama dan penggerak komunitas dari beragam bidang dalam bentuk jamuan makan malam. Dikemas secara santai, Diversity Dinner selalu mengangkat tema-tema sarat akan pelajaran toleransi yang dinilai relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Lelang Kreatif
Ajang penggalangan dana untuk mendukung program utama SabangMerauke. Lelang Kreatif mengajak masyarakat untuk menyumbangkan barang dan/atau jasa yang dimiliki untuk dilelang. Seluruh hasil Lelang Kreatif akan digunakan untuk membiayai kebutuhan dana program pertukaran SabangMerauke.






Sejarah


Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia dengan lebih dari 300 suku menghuni dan 450 bahasa dituturkan dalam kehidupan sehari-hari, Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya dan kultur. Hal ini membuat Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi sebuah bangsa yang besar, seperti yang dicita-citakan oleh para Pendiri Bangsa. Namun, keragaman ini tentu saja datang dengan tantangan yang cukup beragam pula seperti konflik antarsuku yang kadang masih terjadi di berbagai daerah diakibatkan oleh kurangnya rasa toleransi.

Menelaah lebih dalam lagi, kurangnya rasa toleransi ini salah satunya disebabkan oleh timpangnya pemerataan pendidikan anak bangsa. Sebagai negara kepulauan, infrastruktur dan akses memang menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan waktu dan kegigihan untuk diselesaikan.

Tidak menyerah dengan keadaan, Yayasan SABI memiliki ide untuk mendatangkan anak-anak Indonesia dari berbagai daerah ke daerah lain yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya untuk tinggal dan belajar bersama keluarga angkatnya. Di batch pertama pada tahun 2013 Yayasan SABI berhasil mendatangkan 10 anak dan di batch selanjutnya pada tahun 2014, 15 anak berhasil didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia.


karena toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan





Prinsip


Kami percaya bahwa
pendidikan membuka pintu pilihan;
toleransi harus dirasakan dan dialami;
anak-anak Indonesia, di mana pun mereka berada, berhak untuk menjadi Indonesia seutuhnya dengan mengalami Indonesia sebenarnya.








Nilai dan Perilaku

Sabang Merauke memiliki 3 nilai yang dianut yang menjadi dasar gerak program:
  • Toleransi

    Berpikiran terbuka, penuh kasih (berempati dan menjunjung rasa solidaritas), serta rendah hati

  • Pendidikan

    Memiliki semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi, gigih, serta berintegritas

  • Ke-Indonesia-an

    Bangga menjadi orang Indonesia, adil, dan memiliki jiwa kepemimpinan






Visi

  • Toleransi

    Mendorong anak-anak Indonesia merayakan perbedaan

  • Pendidikan

    Menanamkan pada anak-anak Indonesia kesadaran akan pentingnya pendidikan

  • Ke-Indonesia-an

    Mengajak anak-anak Indonesia merasakan Indonesia seutuhnya


Misi

  • Toleransi

    Menanamkan kesadaran bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan, bukan sebuah masalah

    Mendorong sikap berani untuk menjaga harmoni keberagaman dan melindungi hak setiap warga negara

  • Pendidikan

    Menanamkan kesadaran pentingnya bersekolah dan menjadi orang terdidik

    Mendorong sikap kemandirian dan proactiveness untuk mencari akses dan memanfaatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya

  • Ke-Indonesia-an

    Menanamkan kesadaran sebagai bagian integral dari negara Indonesia

    Mendorong sikap positif untuk berkontribusi nyata sekecil apapun dan dalam bidang apapun demi kemajuan Indonesia






karena toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan





Rancangan Kurikulum


Selama tiga minggu, para peserta akan diajak untuk mendalami pengamalan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan melalui berbagai macam kegiatan:

- Merayakan kekayaan budaya lewat pengenalan musik, lagu, dan tarian khas Nusantara
- Mempelajari keberagaman agama di Indonesia lewat kunjungan ke rumah ibadah
- Menghayati sejarah perjuangan Indonesia di Monas dan museum lainnya
- Memahami peran teknologi dalam keseharian lewat kunjungan ke pabrik/perusahaan
- Memupuk semangat kepemimpinan lewat diskusi dan tatap muka dengan tokoh pemimpin
- Merangkai cita-cita dengan berkunjung ke universitas terkemuka






Laporan

  • Laporan 2013

  • Laporan 2014

  • Laporan 2015

  • Laporan 2016