Sabang Merauke

Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah: Pariwisata Terancam


sabangmerauke.id – Pariwisata terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi belakangan ini di Kalimantan Tengah (Kalteng), demikian disampaikan oleh sejumlah pihak.

Menurut Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, jika terjadi kebakaran, tentunya orang-orang (para wisatawan) akan enggan datang karena asap yang berbahaya. Hal ini memang merupakan tantangan yang harus dihadapi.

Menghadapi tantangan sulit untuk menghindari kondisi lahan gambut di hutan-hutan Kalimantan Tengah, penjelasan ini memang sangat penting.

Musim kemarau yang disebabkan oleh cuaca panas yang ekstrem telah menyebabkan kondisi kering pada tumbuhan dan lahan gambut, yang mengakibatkan risiko kebakaran yang meningkat.

Akhirnya, api bahkan yang kecil sekalipun dapat dengan mudah berkembang dan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Dampak tersebut akan sangat terasa bagi manusia, baik dari segi kesehatan dan koneksi internet akibat kabut asap, maupun dalam sektor pariwisata, yang berpotensi mengurangi jumlah wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Ia mengungkapkan bahwa kemarin terjadi penundaan penerbangan karena kebakaran hutan dan lahan, namun tim kami telah bergerak untuk mengatasinya. Selain manusia, kebakaran hutan dan lahan juga dapat berdampak negatif terhadap flora dan fauna yang ada.

Salah satu konsekuensi dari kebakaran hutan di Kalimantan Tengah adalah kerusakan habitat orangutan, yang merupakan spesies unik yang hanya ditemukan di wilayah tersebut.

Upaya pencegahan karhutla menyebarluas.

Selain itu, Hera menjelaskan bahwa upaya pencegahan terhadap karhutla terus dilakukan demi mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Penduduk yang semakin maju memungkinkan perlunya menjaga lahan-lahan yang tersedia, terutama dalam pembukaan, pemeliharaan, dan pengawasan lahan pertanian. Hal ini menjadi harapan kami.

Pada sisi lain, Hera berpendapat bahwa masyarakat telah menerima sosialisasi untuk menghadapi situasi darurat tertentu, seperti dalam kasus musim kemarau panjang atau kebakaran. Masyarakat telah diberitahu mengenai langkah-langkah yang perlu diambil dalam menghadapi situasi tersebut.

Namun, memang sulit untuk menghindari kebakaran di daerah hutan gambut karena kemungkinan terbakarnya sangat tinggi. Oleh karena itu, kita harus tetap memperhatikan dan mengambil langkah-langkah penguatan yang diperlukan.

Imbauan juga diberikan oleh Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Sadtata Noor Adirahmanta terkait karhutla di Kalteng.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi baik secara alami maupun sebagai dampak ulah manusia. Untuk mencegah dan mengendalikan dampak buruk bagi ekosistem, perlu dihindari kedua-duanya.

Dalam kondisi iklim yang sedemikian ini, kami mengajak masyarakat untuk menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Kami telah menyiapkan personel dan peralatan di wilayah-wilayah kami, dengan dukungan dari mitra, masyarakat, dan instansi yang terkait,” ungkap Sadtata Noor Adirahmanta, sumber dari Kalteng Tribunnews.

Sumber: Kompas Travel