Sabang Merauke

Pameran Freemason di Indonesia: Panduan Lengkap Sebelum Berkunjung


sabangmerauke.id – Pameran Jejak Memori dengan tema “Hikayat Tarekat Mason Bebas Di Indonesia” tengah berlangsung di Museum Taman Prasasti, tepatnya di Jakarta Pusat, dan akan berlangsung hingga tanggal 7 November 2023.

Pameran ini diadakan sebagai respons atas minat yang tumbuh di kalangan masyarakat untuk mengeksplorasi sejarah Tarekat Mason Bebas (Freemason) di Indonesia.

Museum Taman Prasasti adalah salah satu museum yang telah mengalami perkembangan fenomenal dalam hal ini.

“Untuk memenuhi minat pengunjung yang ingin mengeksplor jejak Freemason, Museum Taman Prasasti menyajikan pameran yang mengungkapkan keberadaan makam anggota Freemason di antara berbagai makam lainnya yang ada di Taman Prasasti,” kata Yudi, pemandu Museum Taman Prasasti.

Tujuan Diadakan Pameran Freemason

Pameran Jejak Memori “Hikayat Tarekat Mason Bebas di Indonesia” di Museum Taman Prasasti Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Freemason adalah sebuah persaudaraan yang dikenal dengan identitas rahasia. Organisasi ini dianggap menjunjung tinggi kesetaraan bagi semua individu, dan memiliki perhatian terhadap kesejahteraan.

Selain itu, menurut Yudi, tidak ada keraguan bahwa identitas para anggota Freemason sering kali dikaitkan dengan persepsi yang negatif oleh masyarakat.

Dengan kata-kata Yudi, pameran ini tidak hanya bertujuan untuk membuktikan kebenaran stigma Freemason, melainkan juga ingin memberikan pengenalan yang singkat kepada masyarakat tentang organisasi Freemason dan makam anggota Freemason yang terdapat di Museum Taman Prasasti.

Menurut Yudi, pandangan tentang stigma Freemason sangat subjektif tergantung sudut pandang pengunjung. Cara pengunjung memandang sejarah sangat mempengaruhi persepsi tentang kebenaran.

Pameran Jejak Memori “Hikayat Tarekat Mason Bebas di Indonesia” di Museum Taman Prasasti Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Di pameran ini, para pengunjung dapat mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah Freemason di Indonesia mulai dari masa VOC hingga merdeka, serta kegiatan sosial yang tercatat dalam catatan sejarah.

Selain itu, terdapat pula penjabaran terkait figur-figur nasional yang diduga terlibat dalam jaringan Freemason.

Menurut Yudi, keberadaan makam anggota Freemason di Museum Taman Prasasti dapat dikonfirmasi melalui adanya simbol Freemason yang terukir pada batu nisan.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lengkap mengenai keberadaan Gerakan Freemason di Indonesia, disarankan untuk mengunjungi Museum Taman Prasasti Jakarta.

Terletak di Jalan Tanah Abang I Nomor 1, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Museum ini dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 700 meter dari Halte Monas.

Beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu, Museum Taman Prasasti Jakarta menyambut pengunjung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Tiket masuk ke pameran termasuk tiket masuk ke museum. Harga tiket untuk pengunjung dewasa dimulai dari Rp 5.000 per orang, untuk pengunjung mahasiswa dimulai dari Rp 3.000, dan untuk pengunjung anak-anak tiketnya seharga Rp 2.000 per orang.

Sejarah Singkat Organisasi Tarekat Mason Bebas atau Freemason di Indonesia

Diketahui dari data sejarah, Presiden Soekarno pada masa lalu memutuskan untuk menghentikan aktivitas organisasi Tarekat Mason Bebas atau Freemason di Indonesia.

Keputusan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa prinsip dan maksud Freemason tidak selaras dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

Larangan terhadap organisasi-organisasi, termasuk Tarekat Mason Bebas, diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 264 Tahun 1962. Penetapan keputusan ini dilakukan di Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1962.

Freemason, meskipun kerap kali dikaitkan dengan stigma negatif dalam masyarakat, sebenarnya berfokus pada kepentingan dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Imam, pemandu pameran Freemason, mengungkapkan bahwa organisasi ini aktif dalam kegiatan sosial seperti mendirikan sekolah-sekolah, membangun perpustakaan, dan memberikan bantuan kepada anak yatim.

Cari Tahu Lebih Dalam Aktivitas Komunitas Freemason

Mengungkap misteri perkumpulan rahasia Freemason.

Pameran Jejak Memori “Hikayat Tarekat Mason Bebas di Indonesia”, di Museum Taman Prasasti Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Di pameran Freemason, pengunjung akan memiliki kesempatan unik untuk mempelajari sejarah Freemason sejak kali pertama mereka tiba di Indonesia.

Berdasarkan keterangan Yudi, terdapat berbagai sumber yang membahas mengenai sejarah Freemason, namun dalam pameran ini, diambil referensi dari buku yang ditulis oleh Dr. Th. Stevens dengan judul Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764-1962. Referensi ini dipilih untuk menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai topik yang dibahas.

Adanya Freemason di Batavia telah diketahui sejak tahun 1762, yang ditandai dengan didirikannya loji pertama di Jawa yang diberi nama La Choisie.

Sepak terjang Freemason di tanah air berlangsung hingga tahun 1962 ketika Presiden Soekarno menghentikan kegiatan mereka di Indonesia.

Apabila diperlukan, pengunjung juga berkesempatan untuk meminta bimbingan dari seorang pemandu agar cerita sejarah yang mereka terima dapat lebih terstruktur dengan baik.

Anggota Freemason dicoba untuk mendaftarkan diri dengan stempel.

Simbol anggota Freemason di Pameran Jejak Memori bertajuk Hikayat Tarekat Mason Bebas di Indonesia, Museum Taman Prasasti Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Di pameran ini, Anda akan menemukan beberapa logo anggota Freemason yang ditempelkan sebagai stempel. Pengunjung yang ingin mengoleksi stempel tersebut sebagai kenang-kenangan, diharapkan membawa kertas atau buku mereka saat berkunjung ke lokasi ini.

Temukan tempat peristirahatan anggota Freemason yang telah meninggal.

Makam anggota Tarekat Mason Bebas di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, Rabu(1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas

Setelah mengetahui sejarah dan aktivitas Freemason di Indonesia, pengunjung dapat segera mengunjungi makam para anggota Freemason di Taman Prasasti.

Dengan mengenal lebih jauh tentang sejarah dan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok ini, kunjungan ke makam anggota Freemason di tempat ini menjadi pengalaman yang menarik.

Pandangan makam paranormal beranggapan bahwa makam anggota Freemason dapat teridentifikasi melalui simbol yang terukir di bagian bawah batu nisan.

Tanda yang terletak di bawah batu peringatan makam, memperlihatkan simbol sebagai penanda pengenal organisasi, sementara simbol yang berada di bagian atas batu nisan diartikan sebagai identitas bagi keluarga.

Simbol-simbol Freemason menarik yang terdapat di Taman Prasasti meliputi gambar ular, gambar tengkorak, serta gambar jangkar dengan diapit oleh huruf “G” di bagian tengahnya.

Sejarah Taman Prasasti dapat dipelajari dengan mudah.

Museum Taman Prasasti Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas

Setelah mengunjungi Pameran Freemason, tak ada salahnya untuk menjelajahi Taman Prasasti sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu wisata. Dalam kunjungan ini, Anda akan mendapatkan pengalaman yang unik dan menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya di area ini.

Ada berbagai cerita menarik yang bisa ditemukan di museum ini, termasuk kisah tentang “lonceng kematian” dan batu sejenis perempuan menangis.

Inilah suasana yang sejuk di sekitar Taman Prasasti yang dihiasi oleh pepohonan yang rindang, menjadikan pengunjung tidak perlu khawatir akan teriknya matahari saat mengunjungi makam pada siang hari.

Rute Tercepat ke Pameran Freemason di Museum Taman Prasasti

Selain menggunakan kendaraan pribadi, pengunjung yang ingin menuju Pameran Freemason juga dapat memilih untuk naik transportasi umum. Berikut merupakan rute tercepat menuju ke Pameran Freemason menggunakan KRL atau TransJakarta.

Naik KRL Commuter Line ke Pameran Freemason

Jika Anda mencari stasiun KRL terdekat dari lokasi Pameran Freemason, pilihan yang tepat adalah Stasiun Juanda.

Makam anggota Tarekat Mason Bebas di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, Rabu(1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Jaraknya sekitar 2,3 kilometer, dan Anda hanya butuh sekitar lima menit naik ojek online untuk mencapai tujuan tersebut.

Bagi calon pengunjung yang berasal dari wilayah Bogor, Depok, atau Manggarai, mereka dapat menggunakan KRL menuju Stasiun Jakarta Kota dan kemudian turun di Stasiun Juanda.

Jika Anda ingin pergi dari Jakarta Kota ke Stasiun Juanda, Anda dapat naik KRL tujuan Bogor dan turun di Stasiun Juanda.

Apabila Anda berasal dari Tangerang Selatan maupun Rangkasbitung, Anda dapat memanfaatkan KRL untuk mencapai Stasiun Tanah Abang.

Langkah selanjutnya adalah melakukan transit ke peron 2 atau 3 agar dapat naik kereta menuju Stasiun Manggarai.

Setibanya di Stasiun Manggarai, Anda bisa melakukan transit ke peron 10 atau 11 untuk naik kereta tujuan Jakarta Kota. Selanjutnya, turunlah di Stasiun Juanda.

Pengunjung yang berasal dari Cikarang, Bekasi, dan Jatinegara juga dapat menggunakan KRL menuju Stasiun Manggarai.

Setelah itu, lanjutkan perjalanan dengan berpindah ke peron 10 atau 11 dan naiki kereta menuju Jakarta Kota, kemudian turunlah di Stasiun Juanda.

Setelah Anda keluar dari Stasiun Juanda, Anda dapat mengambil arah ke Masjid Istiqlal dan lanjutkan perjalanan dengan naik ojek untuk menghemat waktu.

Naik TransJakarta untuk Menuju Pameran Freemason

Layanan bus Transjakarta.

Sumber gambar: Kompas Travel

Halte bus Transjakarta terdekat dari Pameran Freemason berada di Halte Monas yang hanya berjarak sekitar 700 meter. Dengan berjalan kaki, Anda dapat mencapai halte tersebut dalam waktu sekitar 12 menit.

TransJakarta memiliki beberapa koridor yang melayani penumpang di Halte Monas, yaitu koridor 1 (Kali Besar Barat-Blok M), koridor 1A (Pantai Maju-Balai Kota), koridor 2 (Monas-Pulo Gadung), koridor 3 (Monas-Kalideres), koridor 5C (PGC-Juanda), dan koridor 7F (Kampung Rambutan-Juanda). Penumpang dapat menggunakan layanan Bus TransJakarta ini untuk berbagai tujuan di sekitar Monas.

Setelah keluar dari Halte Monas, ikuti jalan di sepanjang trotoar Jalan Medan Merdeka Barat yang berada di depan Museum Nasional. Teruslah berjalan sampai Anda mencapai Jalan Abdul Muis.

Pertigaan menuju Museum Taman Prasasti terletak di dekat gedung Mahkamah Konstitusi.

3 Tips Saat Berkunjung ke Pameran Freemason

1. Mempelajari identitas dan karakterisasi Freemason.

Pameran Freemason di Museum Taman Prasasti sebenarnya mengungkapkan tentang kehadiran komunitas Freemason di Indonesia.

Jika seseorang yang berkunjung tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang Freemason, bisa jadi cerita yang disajikan akan kurang menarik bagi mereka.

Pameran Jejak Memori “Hikayat Tarekat Mason Bebas di Indonesia” di Museum Taman Prasasti Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Pada pameran ini, wisatawan bisa menemukan berbagai informasi tentang Freemason. Namun, informasi tersebut hanya disajikan dalam bentuk tulisan, beberapa potongan gambar, dan penjelasan dari pemandu.

Jika pengunjung telah memiliki pengetahuan dasar tentang Freemason, termasuk sejarah dan konspirasi yang belum terbukti kebenarannya, pameran ini mungkin akan menjadi daya tarik yang menarik bagi mereka.

Sebelum mengunjungi lokasi, disarankan calon pengunjung membaca beberapa referensi yang menjelaskan identitas Freemason.

2. Minta bantuan pemandu pameran agar acara berjalan lancar.

Pameran Jejak Memori “Hikayat Tarekat Mason Bebas di Indonesia”, di Museum Taman Prasasti Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Para pengunjung yang merasa bingung dengan simpang siur cerita dan sejarah Freemason di Indonesia dapat meminta bantuan pemandu yang ada di pameran ini. Pemandu ini dapat membantu menjelaskan secara sistematis dan kronologis mengenai awal mula keberadaan Freemason di Indonesia. Jadi, jangan ragu untuk meminta bantuan pemandu saat mengunjungi pameran ini.

Selain memberikan informasi yang lebih rinci, pemandu juga dapat memberikan bantuan yang diperlukan dalam mencari lokasi makam anggota Freemason di Taman Prasasti.

3. Cara teliti dalam mencari makam anggota Freemason.

Makam anggota Freemason di Museum Taman Prasasti terletak cukup jauh di berbagai bagian area pemakaman. Beberapa nisan sebagai penunjuk makam juga terendam dalam lapisan tanah dan air yang mengalir.

Makam anggota Tarekat Mason Bebas di Museum Taman Prasasti, Jakarta Pusat, Rabu(1/11/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Oleh karena itu, lebih baik memeriksa dengan teliti secara seksama ketika ingin menemukan makam anggota Freemason. Anda dapat membedakan makam anggota Freemason dengan adanya simbol Freemason yang terletak di bagian bawah batu nisan.

Beberapa contoh simbol yang ada adalah simbol ular, simbol jangkar dengan huruf “G” di tengahnya, dan simbol tengkorak.

Sumber: Kompas Travel