Sabang Merauke

5 Tips Wisata Pura Melanting di Buleleng Bali


sabangmerauke.id – Pura Melanting yang terletak di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi tempat favorit para pedagang Hindu untuk berdoa dan memohon kelancaran usaha mereka.

Pura Melanting menampilkan keindahan ukiran yang dihiasi dengan warna-warni yang menawan, dengan latar belakang perbukitan yang mempesona. Pengunjung dapat merasakan pengalaman yang unik dengan menaiki beberapa anak tangga menuju pintu masuk pura yang indah ini.

Untuk pemberitahuan sebelum berkunjung, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan.

Panduan Perjalanan ke Pura Melanting di Bali

1. Datang dengan pendamping wisata.

Ilustrasi Bali - Umat Hindu Bali yang sedang berada di area pura di Kabupaten Buleleng, Bali.

Sumber gambar: Kompas Travel

Pura Melanting terdiri dari beberapa komponen penting, di antaranya Pelinggih Ratu Niang Sakti dan Pura Batu Cermin.

Disarankan bagi wisatawan untuk datang bersama pemandu agar dapat memperoleh informasi yang akurat, mengingat setiap bagian memiliki makna yang unik.

2. Pastikan membawa uang tunai saat bepergian.

Ilustrasi Pura Melanting di Kabupaten Buleleng, Bali.

Sumber gambar: Kompas Travel

Segala transaksi di Pura Melanting hanya dapat dilakukan dengan pembayaran tunai. Hal ini mencakup berbagai jenis transaksi, mulai dari pembelian tiket masuk hingga makan di kios-kios yang terletak di sekitar pura.

Tiket masuk ke pura ini memiliki harga sebesar Rp 20.000, yang sudah mencakup kain dan sabuk yang harus digunakan ketika masuk ke area tersebut.

Ketika merasa lapar di sana, pengunjung bisa berjalan sebentar menuju area parkir di sekitarnya yang dilengkapi dengan berbagai kios makanan dan minuman. Harga mulai dari Rp 10.000, pengunjung dapat menikmati seporsi bakso ayam dan makanan lainnya yang memiliki variasi harga yang berbeda.

3. Ikuti peraturan yang berlaku.

Kolam teratai di dalam Pura Melanting di Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (27/10/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Aturan yang berlaku di Pura Melanting harus ditaati oleh para wisatawan yang mengunjungi tempat ini, mengingat pura ini adalah sebuah tempat suci yang digunakan untuk ibadah.

Bagi para wisatawan yang sedang mengalami masa menstruasi, diharapkan untuk tidak memasuki area pura dan diwajibkan untuk menggunakan kain dan sabuk yang dapat disewa di pusat informasi wisata sebelum naik tangga menuju pura.

Selain itu, terdapat beberapa area di pura yang dirancang khusus untuk kegiatan ibadah dan tidak terbuka untuk para wisatawan.

4. Menjaga keamanan barang bawaan agar tidak hilang atau dicuri.

Suasana bagian depan Pura Melanting di Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (27/10/2023).

Sumber gambar: Kompas Travel

Kita disarankan untuk tetap waspada terhadap barang-barang berharga seperti kacamata, kamera, ponsel, dan perhiasan ketika berkunjung. Kehadiran banyak monyet berbulu abu-abu yang agak agresif di pura ini menjadi penyebabnya.

Meskipun begitu, para pemangku umumnya dapat mengusir monyet-monyet tersebut tanpa melukai mereka sehingga tidak mengganggu orang-orang yang hendak beribadah.

5. Menggunakan mobil sendiri untuk perjalanan.

Jika Anda berencana mengunjungi Pura Melanting, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan karena belum tersedia sarana transportasi umum yang sampai ke pura ini.

Menuju ke pura, kita akan melewati jalan yang cukup kecil diantara pepohonan yang tumbuh di sebelah kanan dan kiri. Selain itu, perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke Pura Melanting membutuhkan waktu cukup lama karena jaraknya yang lebih dari 100 kilometer.

Kunjungan ke Pura ini sepanjang hari untuk bersembahyang dan memanjatkan doa, terutama di pagi hari yang sejuk. Pura ini memiliki daya tarik wisata yang tinggi dan akan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi para pengunjungnya.

Sumber: Kompas Travel