Sabang Merauke

Retribusi di Taman Nasional Kerinci Seblat Wilayah III


sabangmerauke.id – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) telah memutuskan untuk mengenakan biaya retribusi dengan kisaran tarif mulai dari Rp 5.000. Praktik ini diterapkan oleh Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Sumatera Selatan-Bengkulu untuk mendukung kegiatan pemeliharaan dan pengembangan taman nasional tersebut.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III TNKS Sumatera Selatan-Bengkulu, M. Mahfud, ada objek wisata di dalam area TNKS Wilayah III yang saat ini mendapatkan retribusi sebagai penerimaan negara bukan pajak atau PNBP.

Salah satunya terletak di Hutan Madapi Rejang Lebong, Bengkulu, dan juga di kawasan wisata Bukit Sulap yang berada di Kota Lubuklinggau, Sumsel (Sumatera Selatan). Informasi ini dikutip dari Antara pada hari Minggu, 5 November 2023.

Tarif ini hanya berlaku untuk aktivitas wisata dan penelitian yang dilakukan di dalam kawasan taman nasional.

Terdapat perbedaan tarif antara wisatawan nusantara dan mancanegara di mana untuk wisatawan nusantara, tarif dimulai dari Rp 5.000 sedangkan untuk wisatawan mancanegara, tarif dimulai dari Rp 150.000 per orang.

Dengan keberagaman flora dan fauna khas yang dimilikinya, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) juga menawarkan panorama alam yang luar biasa seperti hutan yang rimbun, sungai yang mempesona, danau yang indah, serta gunung yang memukau.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke TNKS semakin banyak.

Selama Januari hingga September 2023, Hutan Madapi di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, berhasil menarik sebanyak 957 pengunjung. Hasilnya, pendapatan nasional bukan pajak (PNBP) yang terkumpul mencapai Rp 9,29 juta.

Selama periode Januari-Oktober 2023, Bukit Kaba di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dikunjungi oleh sebanyak 218 orang dengan total Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1,38 juta.

Jumlah pengunjung ke Hutan Madapi pada tahun 2021 mencapai 1.347 orang, sementara pada tahun 2022 terdapat 1.178 orang yang berkunjung.

Kunjungan ke Bukit Kaba mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2021 ke tahun 2022, dengan jumlah pengunjung mencapai 142 orang pada tahun lalu dan meningkat menjadi 208 orang pada tahun ini.

Sumber: Kompas Travel