Sabang Merauke

Jembatan Kaca Bromo Siap Menggoda, Aman Nggak?


sabangmerauke.id – Jembatan Kaca Seruni Point di Bromo, Jawa Timur sedang dalam proses pembangunan infrastruktur pendukungnya. Pembangunan ini diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2023.

Menurut Bambang Heri Wahyudi, Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, bangunan atau infrastruktur pendukung jembatan kaca masih dalam proses pembangunan dan diharapkan akan selesai pada bulan Desember 2023.

Untuk mengantisipasi pembukaan Jembatan Kaca Bromo, Pemkab Probolinggo perlu menunggu serah terima dengan Kementerian PUPR.

Dalam merespons kekhawatiran yang muncul dari masyarakat mengenai keamanan dan kelayakan Jembatan Kaca Bromo, Yudi dengan tegas menyatakan bahwa jembatan ini telah memenuhi standar keselamatan dan pantas untuk digunakan.

Dengan penuh keyakinan, ia mengungkapkan, “Saya yakin akan mendapatkan keamanan dan kondisi yang layak.”

Yudi menjelaskan bahwa kaca yang digunakan di Jembatan Kaca Bromo adalah jenis kaca struktur lantai dengan sifat laminated tempered glass plus interlayer sentryglas plus. Kaca tersebut memiliki ketebalan sebesar 25,52 milimeter.

Kaca laminated atau kaca pengaman berlapis adalah jenis kaca yang terdiri dari dua atau lebih lembar kaca yang digunakan untuk tujuan keamanan.

Kaca tersebut kemudian direkatkan satu sama lain menggunakan satu atau lebih lapisan laminasi, sehingga mencegah duplikasi dengan artikel lain while memastikan kualitas SEO yang tinggi.

Ternyata, jenis kaca ini telah melalui pengujian dengan metode pemecahan, dan setelah pecah, Yudi menegaskan bahwa kaca itu masih mampu menahan beban.

Berdasarkan pernyataan Yudi, kaca jembatan memiliki kapasitas yang mampu menahan beban maksimal hingga 100 orang dalam satu kali penggunaan.

Jembatan Kaca Bromo ini memiliki ukuran yang unik dengan panjang total 150 meter, bentangan 120 meter, serta lebar lantai yang bervariasi antara 1,8 dan 3 meter.

Jembatan gantung pejalan kaki tipe Jembatan Jembatan ini dibangun di wilayah dengan topografi perbukitan atau lembah yang memiliki kedalaman lembah lebih dari 80 meter.

Sumber: Kompas Travel